8 Laga Tak Terkalahkan Runtuh, Persis Masuk Zona Degradasi Lagi

11 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - Tren positif Persis Solo akhirnya terhenti. Setelah delapan pertandingan tanpa kekalahan, Laskar Sambernyawa tumbang di tangan Arema FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026.

Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (18/4/2026), Persis menyerah 0-2. Dua gol kemenangan Singo Edan diborong winger asal Brasil, Gabriel Silva, yang tampil sebagai mimpi buruk bagi lini belakang tim tamu.

Kekalahan ini terasa menyakitkan bukan hanya karena memutus laju positif Persis, tetapi juga karena berdampak langsung ke klasemen. Tim asal Solo itu kembali terjerembap ke zona degradasi.

Pelatih Milomir Seslija pun tidak menutup-nutupi kekecewaannya. Ia bahkan menyebut ini sebagai salah satu performa terburuk timnya musim ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Milo: Kami Banyak Melakukan Kesalahan

Meski sempat menguasai penguasaan bola, Persis dinilai gagal bermain efektif. Serangan yang dibangun tidak cukup tajam untuk membahayakan pertahanan Arema.

Milo mengakui timnya tampil di bawah standar.

“Kami tahu ketika datang ke kandang Arema akan menghadapi laga yang tidak mudah. Arema tim kuat. Dan ini merupakan salah satu performa yang paling buruk, karena banyak melakukan kesalahan,” ujar Milo.

Ia juga menyoroti minimnya ancaman yang diciptakan timnya.

“Tidak banyak tendangan ke gawang yang kami buat. Kami harus analisis ini untuk pertandingan selanjutnya.”

Gabriel Silva Jadi Pembeda, Milo Puji Arema

Di balik kekecewaan itu, Milo tetap memberi kredit untuk Arema. Menurutnya, Singo Edan tampil solid dan tahu cara menghukum kesalahan lawan.

“Dari segi performa, Arema seharusnya pantas ada di lima besar. Mereka memanfaatkan kesalahan yang kami buat,” tegas pelatih asal Bosnia tersebut.

Milo sebenarnya tidak asing dengan karakter permainan Arema. Ia pernah melatih klub tersebut pada 2016 dan 2019.

Namun, pemahaman itu tetap tak cukup untuk membawa Persis mencuri poin dari Kanjuruhan.

“Arema bermain dengan taktik serangan cepat. Mereka tidak banyak menekan, tapi sekali lagi bisa memanfaatkan kesalahan kami.”

Kembali ke Zona Degradasi

Kekalahan ini membuat Persis turun ke posisi ke-16, kembali masuk zona merah.

Situasi itu terjadi setelah Madura United meraih kemenangan atas Persebaya Surabaya dan melonjak ke posisi ke-14.

Meski demikian, Milo belum kehilangan optimisme.

“Di awal saya menangani tim ini, sebenarnya ini seperti misi yang mustahil. Tapi sekarang kami hanya selisih satu poin untuk bisa keluar dari degradasi.”

“Itu jadi motivasi juga untuk pemain. Pertandingan selanjutnya harus lebih baik untuk menentukan masa depan tim ini.”

Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Read Entire Article
Kunjungan Pemerintah | Dewasa | | |